“Mama~” Airin yang berjalan masuk ke dalam rumah dengan beriringan bersama Arthur langsung terhuyung saat tiba-tiba Riu yang berlari menghampirinya sambil berteriak dengan riang itu langsung memeluk kedua kakinya. “Riu, sebentar. Aku bisa jatuh jika kau memelukku seperti ini,” kata Airin sambil mencoba melepaskan pelukan Riu pada kakinya. “Aku juga selalu bilang jangan panggil aku Mama, kan? Kenapa kau tidak mau mendengarku?” “Sepertinya dia sudah terlanjur nyaman memanggilmu seperti itu,” kata Arthur yang membuat Airin dan Riu beralih menatapnya. Arthur yang melihat Riu sedang menatapnya langsung berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan anak itu. Pria itu tersenyum, baru membuka mulutnya untuk menyapa putranya itu saat Riu lebih dulu berlari meninggalkannya bahkan sebelum ia sem

