Mencairkan Gunung Es

1659 Kata

“Ah! Aw...” Airin berkacak pinggang dengan ekspresi kesal yang tampak sangat jelas di wajahnya sementara di hadapannya Jerry merintih kesakitan sambil melompat-lompat di atas kaki kirinya sementara kedua tangannya memegang tulang kering kaki kanannya yang baru saja ditendang dengan cukup keras oleh Airin. “Nyonya... Kenapa kau menendangku seperti ini? Apa salahku?” protes Jerry masih sambil mengusap-usap tulang keringnya yang ia yakin akan membiru saking kerasnya tendangan yang Airin berikan padanya. “Apa salahmu? Kau masih berani bertanya seperti itu padaku setelah meneleponku sambil menangis hingga membuatku menyetir seperti orang gila dan nyaris mengalami kecelakaan karena kupikir orang ini akan mati?!” Arthur yang setengah berbaring di atas tempat tidur dengan sebuah tablet berada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN