BAB 18

1173 Kata

“Tadi pagi aku baru menyadari ada luka lebam di leher Mayra, apa itu karena perbuatan Rio?” Aris terperangah, setengah tak percaya dengan pertanyaan Raka yang begitu personal dan mendadak. Matanya membelalak, lama. Ia ingin berbohong, Mayra pun tanpa ditanya akan sepakat untuk menutupi kejadian brutal tempo hari. Tapi mau bagaimana lagi. Luka fisik selalu meninggalkan bekas. “Aku tidak berhak menjawab, Mas..” kata Aris, ia beranjak dari kursinya. Namun, tiba – tiba saja sebuah motor harley davidson masuk ke dalam gedung studio. Mayra terperanjat dari kursinya. Ruangan yang tadinya lumayan berisik berubah hening seketika. Langkah kaki pongah membuka pintu utama menuju ruang studio. “Hehh!! Wanita jalang! Dimana kau?!! Berani – beraninya kau menuduh ibuku yang bukan – bukan?! Nyesel gua k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN