“Kamu nggak perlu melakukan itu,” kata Mayra sembari mendekat dihadapan Raka yang kalut. “Ini bukti bahwa aku nggak mau kehilangan kamu.” Raka meraih kedua lengan Mayra dan menatapnya tajam. Ditariknya tubuh kecil itu dalam dekapannya. Mayra tidak bisa berbuat apa – apa. Lelaki itu telah mengorbankan semuanya demi dirinya. Ia ingin melepas pelukan itu, namun yang terjadi malah sebaliknya. Dieratkan pelukan yang melingkar di pinggang Raka. Isak tangis menyayat hati pecah. Wanita itu menangis tergugu di pelukan Raka yang mulai tenang. *** Pukul 4 pagi, Mayra masih saja terjaga. Pikiran liarnya tentang apa yang akan dilakukan keluarga Rio mengganggu dirinya. Ada firasat buruk yang tak bisa ditolak. Firasat yang sama sebelum dia ditendang Rio hingga terpental ke kolam renang beberapa tahun

