BAB 14

1185 Kata

Mayra masih tergeletak di lantai ruang tengah, terbangun oleh sinar mentari yang menerobos melalui sela – sela tirai jendela. Dirinya masih linglung, dan kesulitan mengingat apa yang terjadi semalam. Ia beranjak dan mengambil segelas air putih. Kepalanya masih terasa nyeri, namun tidak sehebat tadi malam. Tiba – tiba ia ingat sesuatu. Yohan, sahabat dekatnya pernah mengalami vertigo lalu keesokan harinya harus dirawat di IGD. Sayangnya, sahabat baiknya itu meninggal di saat Mayra punya pemahaman, bahwa orang baik pasti diberi umur panjang. Tanpa banyak pikir, Mayra meraih kunci mobil dan pergi ke rumah sakit terdekat. “Nggak apa – apa kok, Bu. Ibu cuma kecapekan aja.” kata seorang dokter muda yang sedang bertugas pagi itu. Mayra menghela nafas panjang. Bayang – bayang ketakutan tentang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN