BAB 21

1008 Kata

Tidak ada yang berubah di hari kedua Mayra disekap. Pukul 8 pagi Siwi masuk ke dalam kamarnya, membawakan sepiring nasi dengan lauk ayam semur yang berlendir dan segelas air putih. Kali ini tidak ada kalimat yang diucapkan di antara mereka berdua. Hanya saling melempar pandangan iba, lalu Siwi pergi begitu saja. Ia berharap hari ini mereka sudah menghubungi Raka, agar suaminya tahu dimana posisinya berada. Namun sepertinya apa yang terjadi memang jauh dari harapannya. Pukul tujuh malam, keluarga Rio belum juga datang ke kamarnya. Suasana rumah lengang. Tidak ada suara tangisan bayi Siwi. Siwi pun sepertinya tidak ada di rumah, padahal ia sangat menunggu kedatangannya membawakan sepiring nasi untuk makan malam. Ia dan janinnya tentu sudah menahan lapar sejak tadi siang. Tiba – tiba hujan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN