40

1076 Kata

"Apa?" tanya Dea setelah membuka pintu. Nampak otot wajah Aiden yang menegang."Kenapa kamu tidak ke kamar?" Aiden bertanya dengan napas memburu. Mendengar itu, alis Dea mengerut. "Sekarang aku kan sedang di kamar."Terdengar helaan napas cukup panjang dari pria itu setelah mendapat jawaban dari istrinya. "Bukan kamar ini. Tapi kamar kita."Dea akhirnya mengerti maksud lelaki itu. Mulutnya membulat kemudian berkata, "aku masih bermain game. Nanti aku akan ke sana. Pergilah."Aiden menatap netranya sangat tajam. "Awas saja kalau bohong. " Beberapa detik ia mematung melihat istrinya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Setelah puas, lelaki itu masuk ke kamar pribadinya. Dea hanya menghela napas, ia memijit kepalanya sejenak. Namun, tak butuh waktu lama ia pun kembali bergelut dengan data-data y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN