41

1202 Kata

Pria itu berdiri tegak, matanya tersembunyi di balik masker, tetapi sikapnya yang tenang dan penuh perhitungan membuat Dea merasa semakin cemas. Tangan pria itu memegang sebuah map hitam, yang tampaknya berisi informasi penting. Dia tidak berkata apa-apa lagi, hanya menatap Dea dengan tatapan penuh arti, seakan menunggu dia untuk mengambil keputusan. Dea menelan ludah, mencoba untuk tidak memperlihatkan ketakutannya. Tetapi tubuhnya terasa kaku, seolah-olah ada kekuatan yang lebih besar dari dirinya yang menahan setiap langkahnya. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Ia merasa seperti terjebak di persimpangan yang gelap, tidak tahu arah mana yang harus diambil. "Siapa kamu?" akhirnya Dea memecah keheningan, suaranya sedikit bergetar meski ia berusaha keras untuk terdengar tegas. Pria itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN