“Dave! Akhirnya kau datang....” Mrs. Halley menyambut kedatangan Dave dengan kedua tangan yang terantang lebar, memberi pelukan pada anak semata wayangnya itu. “Darimana saja kau?” Dave mengecup kedua pipi Mrs. Halley singkat, merangkul bahunya seraya menggiringnya melangkah masuk ke ruang tengah, “aku membeli sesuatu,” jawab Dave sekenanya, karena sedetik kemudian pandangannya sudah teralih pada sosok Charlotte yang sedang duduk di sofa menghadap TV. Dari belakang, gadis itu tampak seperti sedang menonton TV, nyatanya tidak begitu. Pandangan Charlotte begitu kosong. Pikirannya seolah tidak ada di sini. Ia bahkan tidak menyadari kehadiran Dave. Mrs. Halley menjauhkan diri dari Dave, masuk ke dalam kamarnya. Ia sengaja memberi ruang untuk

