"Ssshhh..." Popy tertidur, namun ada aliran air yang turun dari sudut matanya. Randra yang ingin menaikan selimut putrinya, berhenti. Malam, saatnya makan malam, namun putrinya seharian tiada keluar dari kamarnya. "Ayah Ran tahu, Poko belum tidur," ujar Randra lembut ke arah putrinya. Moti terlihat berusaha menutup matanya. "Ssshhh...huh..." Randra menarik dan menghembuskan udara. "Poko..." panggil Ran pelan. "Ayah Ran tahu, Poko marah dengan ayah Ran..." ujar Randra. Popy yang mendengar ucapan ayahnya hanya diam dan menutup mata. Randra melirik putrinya yang tak bersuara. "Poko..." panggil Randra pelan. "Ayah Ran tidak akan sekejam itu padanya..." "Tapi Poko juga harus tahu...di antara Poko dan Ben, ayah Ran lebih memilih Poko...karena Poko adalah harta berharga dari ayah Ran..

