Prang! Brak! Prang! "Aarrggg!" "Aarrgg!" Ben manjambak kasar rambutnya. "Ben, buka pintunya! Jangan begini nak!" Mali berteriak takut ke arah kamar anaknya. Ben mengamuk di dalam kamarnya, dia membanting apa saja yang dia lihat. Ranjangnya bahkan terbalik, nakas entah bagaimana bisa hancur. Setelah dia tiba di Jakarta pagi ini, dia segera pergi ingin menemui Popy, namun itu tidak mungkin. Setelah kembali dari rumah Popy dengan hasil yang mengejutkan, dia pergi bergegas menuju ruang kerja ayahnya. Prang! Kretak! "Aaakh!" Mali berteriak kaget. "Ben!" Mali kalang kabut. Jendela kamar Ben dilempari oleh Ben dengan rangka lampu tidur yang sudah dia pecahkan sebelumnya. "Silvio!" "Apa yang kamu katakan pada anakku?!" Mali berteriak marah memanggil suaminya. Silvio yang berada di

