Tes Setetes air mata membasahi pipi pria yang berusia 30 tahun itu. Ben memandangi sebuah kertas yang ada di tangannya. "Hiks...ssshhh! Hiks..." laki-laki itu tak mampu menahan tangisnya. "Ben..." "Ben ingin sendiri, ma." Sahut Ben pelan. Mali yang mendengar suara lirih anaknya itu mengangguk. Mali meninggalkan Ben sendiri di sebuah tangga rumah sakit Angta. Air mata Ben turun lebih banyak, Ben tidak menghiraukan air mata itu, dia sedang ingin menyendiri sekarang. Flashback "Dokter...bolehkah putri saya memakai baju ini? Ini bersih," suara serak Ben ke arah dokter Sulistiawati. Dokter Sulistiawati mengangguk. Setelah bidan muda membersihkan tubuh bayi mereka yang baru lahir, bidan itu memakaikan pakaian bayi lembut berwarna pink lengkap dengan topi dan sarung tangannya. Ben tidak

