"Sial, mereka sudah tidak ada lagi." Nibras duduk dengan kasar di salah satu kursi yang ada di dalam rumah yang pernah Ben dan Popy singgahi. "Tuan muda, sebaiknya kita menginap dulu di hotel terdekat disini, lalu kita akan menunggu kabar dari yang lainnya, mungkin besok atau lusa kita bisa mengetahui kemana mereka pergi." Saran salah satu anak buahnya. Nibras mengangguk. Drrrt drrt 'Papa caling' "Pa," "Bagaimana?" "Mereka sudah pergi." "..." Terdengar sunyi dari seberang. Beberapa detik kemudian Farel berbicara. "Istirahat dulu, kamu belum istirahat yang cukup akhir-akhir ini." Ujar Farel dari seberang telepon. Nibras tidak menanggapi. "Nanti anak buah Nabhan yang menyisir seluruh kota Phonm Penh." Lanjut Farel dari seberang telepon. "Baik." Sahut Nibras. "Papa tutup panggi

