"Poko..." "Poko..." Sret Iqbal memegang erat telapak tangan Laras. Wanita lansia itu melakukan terapi pasca stroke ringan yang dideritanya. "Poko akan baik-baik saja." Iqbal menenangkan istrinya. Mata Laras memerah, genangan air memenuhi matanya. "Kapan dia pulang?" tanya Laras sendu. "Secepatnya, Randra dan yang lainnya sudah menemukan titik terang dimana Poko berada." Ujar Iqbal. Laras mengangguk lemah. "Moti?" "Menantu kita sudah selesai melakukan operasi pasang ring jantung beberapa hari yang lalu," jawab Iqbal. Laras terlihat tidak yakin mengenai operasi Moti. "Tidak apa-apa, ada Febrian yang menjadi dokternya, ada juga adik ipar Moti, dokter Anindya." Ujar Iqbal meyakinkan istrinya. "Mereka dokter hebat." Laras mengangguk singkat. "Kamu bisa melihatnya, tetapi dia mas

