Dari kota manado ke desa Malalayang ditempuh sekitar tiga puluh menit menggunakan kendaraan roda empat yang telah disediakan oleh anak buah Mahisa yang berada di sana. Isabel dipersilakan untuk mampir ke rumah keluarga besar dari Cecilia yang dipanggil oleh Isabel sebagai Tante Sipit. Arwah gadis korban Manda tersebut meminta tolong kepada Isabel untuk menemui ibunya agar menyampaikan pesan Cecilia yang terakhir. Isabel kebingungan tidak tahu harus bagaimana menolong tante sipit itu, ia juga ketakutan menyampaikan kabar duka kepada keluarga korban. Apa yang harus di lakukannya? Apalagi tanpa bukti kuat bahwa anggota keluarganya telah meninggal, hanya akan menimbulkan kericuhan. Di saat kebingungan seperti itu, Isabel tidak mampu mendapatkan penglihatan dengan baik, ia pun tidak bisa m

