Prosesi pelepasan telah dilaksanakan, hanya Isabel yang bersedih. Bapak tua itu terus mendampingi Isabel, memberikan beberapa petuah penting yang berkaitan dengan kelapangan d*da dan penerimaan atas kenyataan yang nantinya akan menghampiri gadis kecil itu. Mahisa sedang sibuk dengan perasaannya sendiri yang sesekali mencuri pandang kepada Viona. Hatsuka tengah mengingat-ingat jurnal mengenai beberapa jenis indigo dan ia yakin bahwa bapak tua itu kurang lebih mempunyai jenis indigo yang sama dengan Isabel, tapi ia berumur panjang. Sementara Viona, memendam kesal kepada Mahisa, "kenapa sih dia kaya benci gitu sama aku? Pake nyindir-nyindir segala." Begitulah ia berpikir dengan wajah cemberut. Menjelang siang mereka berpamitan, Rombongan yang hanya terdiri dari tiga orang inti, meninggalka

