"Oh, my God, She's so beautiful, uh, Isabel, here your grand ma," Wanita bule itu menyeret langkah cepat-cepat menghampiri cucu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Kabar dirinya mendadak punya cucu yang berusia akan memasuki sembilan tahun, sangat mengejutkan sekaligus membuatnya bahagia. Setiap hari, ia tidak sabar menghitung tanggal pada kalender, tanggal keberangkatannya ke negara tropis khusus untuk menemui cucunya itu. Wanita bule itu bersimpuh di hadapan Isabel yang masih duduk di kursinya karena Viona melarang ia bergerak. Alexandra, meraih kedua tangan Isabel seraya menatapnya lekat-lekat dengan berlinang air mata, "Cucuku, ini sungguh kabar gembira buatku, ya Tuhan cantik sekali anak ini, terima kasih Tuhan telah memberiku cucu perempuan. Sayang, apakah kamu masih sakit? Ne

