Rengekan Tengah Malam

1439 Kata

“Mas Agung belum mandi?” Dia pun mengangguk sambil memberikan handuknya padaku. “Ayo bantu aku mandi. Gerah banget, lengket juga karena aku habis kerja pakai satu tangan.” “Kenapa enggak minta bantuan sama Papa?” “Gak mau. Maunya dibantu sama kamu.” “Tapi sudah jam 10 malam, Mas. Kamu bisa masuk angin kalau mandi sekarang.” “Pakai air hangat enggak akan kedinginan.” “Sudah makan malam apa belum?” Mas Agung menggelengkan kepala. Memasang ekspresi menyedihkan sambil mengerucutkan bibir. “Aku mau nasi goreng buatanmu. Banyakin daging cincangnya.” Tanpa bicara lagi aku pun mendorong kursi roda yang dia duduki menuju ke arah kamar mandi. Sebelum membantu melepas kemeja yang dipakai suamiku, aku menyiapkan keperluan mandinya lebih dulu. “Sakit apa enggak kalau aku pegang kayak gini tang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN