"Aku tidak percaya ini. Ini semua pasti bohong kan? Jawab!" teriak Arslan, pada salah satu anak buahnya. "Maaf tuan Arslan. Sesuai yang tuan perintahkan, wanita bernama Rexia itu sudah meninggalkan Santorini. Itu informasi yang saya dapat dari tetangga sekitar." Arslan mengusap wajahnya kasar. Laporan yang diberikan anak buahnya sungguh membuat hatinya panas. Ditambah lagi, laporan riwayat medis Rexia di rumah sakit setempat, dan menyatakan jika wanita itu tengah hamil. Memang, awalnya Arslan masih ragu-ragu akan kebenarannya. Tapi setelah dia telisik sendiri tanpa campur tangan Stevano, Arvid dan David, dia menemukan kebenaran yang selama ini ditakutinya. "Cari dimana dia berada. Laporan dalam 24 jam, dan jika kau tak bisa memberi informasi dengan batas waktu yang aku tentukan, silah

