Bingung. Itulah yang saat ini Arslan rasakan. Pria itu terlihat khawatir dan sedikit cemas. Iya, sedikit cemas. Takut-takut jika apa yang ada dipikirannya, memang benar menjadi kenyataan. Dan dia sungguh belum mampu mempercayai itu. Bagaimana bisa malam itu menghasilkan sesuatu. Bukankah hanya sekali melakukannya, dan apakah bisa secepat itu berhasil. Banyak pikiran buruk yang berkelana dipikirkan Arslan. Takut-takut jika itu bukan darah dagingnya. "Jangan berpikiran bodoh dude. Jelas-jelas itu darah daging mu, karena hanya dirimu yang b******a dengan dia." Arslan tersentak, melihat si pemilik suara yang tiba-tiba sudah muncul dihadapannya. Stevano! Ya Tuhan, pria itu kembali menunjukkan batang hidungnya. "Apa maksudmu?" tanya Arslan. Arslan berpikir, jika Stevano terlalu sok tahu

