Arslan masih diam ditempat, kala ingatannya tiba-tiba melayang kesosok wanita yang selama ini berusaha ia lupakan. Siapa lagi jika bukan Rexia. Entah kenapa tiba-tiba Arslan mengingat wanita itu. Yang jelas, setelah ia mengajukan pembatalan pernikahan pada orang tua Alana, dan berakhir mabuk-mabukan di club malam. Wajah Rexia seakan menghantui isi pikiran Arslan. Apalagi sekarang perutnya seakan dikuras habis, sumpah Arslan benar-benar tak kuat. Tubuhnya lemas! Biasanya ia tak seperti ini. Berapa banyak pun alkohol yang masuk ke tubuhnya, ia bisa menerima. Cuma palingan hanya kehilangan kesadaran, dan tak pernah sampai muntah-muntah seperti ini. "Patah hati bukan berarti harus mabuk-mabukan seperti itu. Tidak ada gunanya kau meratapi nasib mu yang miris itu nak." Arslan menoleh ke sum

