24

1001 Kata

Pintu rumah Aneth terbuka, Nathan dapat bernapas lega meskipun yang membukakan pintu adalah pembantu. "Anethnya ada?" tanya Nathan, ia tahu pasti kalau gadis itu ada dirumah sebab mobilnya yang terparkir. "Ada, mari masuk." Ajak pembantu tersebut namun Rika datang mencegah Nathan masuk. "Anethnya lagi nggak mau ditemuin, Nathan bisa pergi dulu ya," ucap Rika lembut. "Tapi, tan--" Rika tersenyum. "Mari, saya antar sampai depan," ucap Rika kembali membuat Nathan murung. Aneth yang menatap dari balkon hanya bisa diam, ia benar-benar marah dengan pemuda itu. Apakah selama ini cinta Nathan hanya permainan. Aneth tak dapat memahami itu, ia kembali kekamar lalu merebahkan tubuhnya bersiap menghubungi Defa namun pemuda itu lebih dulu meneleponnya. "Neth, nyokap gue pulang malam ini." Anet

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN