28

1177 Kata

Dua remaja itu tiba di pemakaman, Aneth melangkah menghampiri makam ibunya terlebih dahulu sambil mengusap batu nisan Mentari. Gadis itu tersenyum menatap Nathan yang berada di dekatnya. "Sisil pengen cerita, tapi nanti aja. Malu, ada Nathan..." "Ayo?" ajak Nathan memimpin jalan menuju sebuah pusara bertuliskan nama Amanda. Aneth menatap Nathan yang nampak serius memandangi batu nisan. Dengan perlahan ia menyentuh nisan Amanda, pandangan Nathan tertuju pada tangan Aneth, namanya dan nama Amanda berada dipergelangan tangan gadis itu. Nathan tersenyum damai menatap Aneth yang memejamkan mata, apakah gadis itu tengah berdoa untuk Amanda. "Nathan buat Aneth ya," ucap Aneth seketika membuat Nathan tersenyum mendengar kalimat gadis itu. "Udah?" tanya Nathan saat Aneth bangkit menghadap dir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN