Gadis cantik itu masih menangis dalam dekapan Defa, hatinya benar-benar hancur. Ia sudah mencapai batas untuk mencari cara bahagia dan ternyata kebahagiaannya adalah sebuah kebohongan. "Neth... udah ya," pinta Defa menenangkan, bahkan ia belum tahu alasan Aneth menangis sampai separah ini. Tiba-tiba saja saat ia pulang, Aneth sudah berada dikamar apartemennya sambil menangis hingga sekarang. "Nathan..." isak Aneth masih menangis pada d**a bidang Defa. "Dia bohongin gue..." lirih Aneth hingga membuat Defa semakin bingung. "Coba cerita," pinta Defa mengusap pucuk kepala gadis itu. Aneth menceritakan semuanya, tentang cerita yang ia dengar dari Gio, mereka yang mengunjungi makam, dan Nathan yang jujur bahwa ia masih mengharapkan Amanda ada di dunia ini. "Sial!" umpat Defa dengan tangan t

