30

1063 Kata

Pintu ruangan Nathan terbuka, masuk lah Irhan dan juga Alex yang nampak sangat terkejut dengan keadaan Nathan sekarang. "Astaga..." kaget Nathan terkekeh melihat dua sahabatnya itu. Namun lain halnya dengan tatapan Irhan. "Tega lo! Ngerahasiin ini dari kita!" bentak Alex enggan menatap Nathan. "Nyokap lo nelepon gue dan nyeritain semuanya," tutur Irhan duduk didekat brankar Nathan. "Maaf, ya..." ucap Nathan masih bisa tersenyum. "Nath! Maafin gue!" Alex mengusap air matanya sembari memegang tangan Nathan. "Gue udah ngajak lo mabuk-mabukan! Maaf, Nath! Maaf..." isak Alex merasa bersalah. "Bukan salah lo," jawab Nathan mencoba mengubah posisinya menjadi duduk dibantu oleh Irhan. "Ini, karma gue..." ucap Nathan menatap Irhan dan Alex bergantian. "Aneth," ucap Nathan setelah sekian lam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN