Aneth segera turun dari kabin tanpa memikirkan Nathan yang masih terdiam dengan tangan terkepal. "Mas, turun juga apa lanjut?" tanya salah seorang pekerja. Nathan langsung turun lalu mengejar Aneth yang sekarang entah berada dimana. Ia kehilangan jejak gadis itu. "Taksi!" panggil Aneth pada sebuah taksi yang kebetulan lewat. Saat ia hendak masuk kemobil, tiba-tiba Nathan datang dan langsung menariknya menjauhi jalanan. "Dengarin gue!" ucap Nathan menggenggam kedua bahu gadis itu. "Gue sayang sama lo, Neth!" ucap Nathan penuh paksaan. "Gue enggak! Gue nggak punya rasa apapun sama lo!!" balas Aneth berusaha melepaskan diri. "Bohong!" tegas Nathan. "Gue. Benci. Elo!" bentak Aneth menyangkal perasaannya. "Itu faktanya!" jelas gadis itu membuat genggaman Nathan melonggar. "Taksi!" te

