22

1008 Kata

Motor Nathan yang membawa Aneth berhenti didepan sebuah gedung yang cukup Aneth kenali. Gadis itu turun lalu menatap Nathan yang masih mengenakan seragam sekolah, rambut acak-acakan dan beberapa memar diwajah. "Ayo," ajak Nathan tak henti-hentinya tersenyum setelah Aneth mau mendengarkan penjelasannya. Mereka melangkah bersama, banyak suster yang menyapa Nathan mungkin karena Nathan sering mengunjungi tempat tersebut. "Aleta." Aneth berucap pelan menatap seorang gadis yang tengah bermain dengan boneka didalam sel. "Aleta, di diagnosis mengalami gangguang jiwa," tutur Nathan menjelaskan. "Dia frustasi, dan gue nggak tau pasti kenapa dia sampai ngalamin kejadian kayak gini, seminggu sekali dia bakal terapi sama psikolog buat ngembaliin ingatan dia," jelas Nathan membuat Aneth berkaca-kac

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN