Dean masih terdiam di kamarnya. Pria itu sadar, kalau tiga tahun ini dia terlihat sangat santai dan seakan tak ada perjuangan untuk hubungannya. Bodohnya, dia terus memikirkan kalau Irene juga pasti sama sibuknya sehingga dia akan menunggu waktu yang lebih tepat untuk kembali dan menyatakan kalau kini dia sudah siap untuk hubungan yang lebih serius. Dean masih muda dengan segala pemikiran pendeknya yang hanya yakin Irene akan setia. Memang gadis itu belum memiliki seseorang yang spesial di hatinya untuk saat ini. Tapi pilihan Dean kali ini akan semakin merentangkan jarak yang sangat jauh antara dia dan Irene. “ Aku harus segera cari kontak Irene dan bilang kalau aku akan kembali lebih lama! Apa aku minta ke mama saja ya?” gumamnya setelah berpikir panjang. Dia keluar untuk menghampiri ibu

