Hari ini adalah acara pembukaan usaha baru Irene. Butik yang dia impikan sebagai seorang desainer yang tergolong sangat muda kini menjadi kenyataan. Perjuangannya tidak sia –sia sampai berjuang menuntut ilmu di negeri orang. Gadis itu kini memegang gunting untuk memotong pita yang menjadi tanda pembukaan bisnis baru ini. Semua sudah berkumpul di luar dan dengan senyuman terbaiknya, Irene memotong pita itu dengan perasaan bahagia. ‘PROK! PROK! PROK!’ Semua undangan langsung bertepuk tangan riuh karena Irene sudah meresmikan bisnis barunya. Gadis cantik itu sudah berhasil memulai langkah awal menuju kesuksesan. Dia bisa berdiri di atas kakinya sendiri, walau kedua orang tuanya memang adalah pengusaha yang kaya. Bisa saja dia bermanja ria dan mengharapkan warisan usaha mil

