Azan Subuh terdengar saat pasangan yang tengah berbagi peluh itu mencapai puncak kenikmatannya. Hazig turun dari atas tubuh istrinya lalu berbaring di samping wanita yang sudah ia nikahi selama dua bulan ini. Mereka memejamkan mata sejenak seraya meredakan helaan napas yang tersengal-sengal. Hazig membuka mata lalu menoleh ke sisi kirinya. Ia pandangi wajah istrinya yang terlihat bercahaya meskipun peluh membasahinya. Ia rapikan rambut panjangnya yang terlihat berantakan lalu memeluk erat tubuhnya seraya mengecup pundaknya. "Aku mencintaimu," bisiknya. Nayyara membuka mata lalu tersenyum. Ia kecup kening suaminya dengan penuh kasih sayang. "Aku juga mencintaimu," balasnya. Mereka saling menatap penuh cinta. Wajah Hazig kembali mendekat lalu mencium bibir istrinya. Selang beberapa meni

