Ketulusan Seorang Adik

1101 Kata

Semua orang di kediaman Prayudha sudah tertidur lelap, kecuali Rafa. Pria itu masih menyelesaikan pekerjaannya yang belum sempat ia selesaikan di kantor. Setelah ia menyelesaikan dokumen terakhir, ia melepas kacamatanya dan memijat pelan keningnya lalu mematikan laptop yang sudah berjam-jam menyala. Helaan napas kasar terdengar jelas. Ia pandangi ruang kerja sang ayah yang juga sering Nayyara gunakan untuk menyelesaikan disertasi atau memeriksa skripsi dan tugas mahasiswanya. "Kak, aku rindu," gumamnya, lirih. Ia berdiri lalu meregangkan ototnya sejenak. Setelah itu, ia mematikan lampu di ruang kerja Denis. Rafa yang hendak ke kamarnya langsung tertegun saat berada di depan kamar sang kakak. Ia pun masuk dan menyalakan lampu kamar. Kamar yang didominasi* warna pastel itu masih terlihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN