Musuh dalam Selimut

1004 Kata

"Ada apa, Mas?" Suara lembut sang istri tercinta menyadarkan Denis dari lamunan panjangnya. Ia berbalik sebentar seraya tersenyum kecil lalu kembali menatap ke arah kolam renang yang terlihat memantulkan sinar bulan purnama. "Ada yang mengganggu pikiranku, Renata," ujarnya, lirih. "Apakah ini soal Nay, Mas?" tanya Renata. Denis mengangguk pelan. "Iya. Aku merasa putriku itu sedang menghindar dariku. Beberapa bulan terakhir, aku tak bisa menghubunginya sama sekali." "Benarkah?" tanya Renata balik. Denis menoleh dengan memicingkan matanya. "Kamu tidak pernah mencoba menghubungi Nayyara?" Renata tersentak kaget. "Ti-tidak, Mas." "Kenapa gugup, Re?" "Aku tidak pernah menghubunginya, Mas," cicit Renata. "Apa maksudmu? Kau tidak pernah menghubungi putrimu sendiri?" Mata Denis semakin m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN