Waktu besuk pasien sudah habis. Adnan, Tania, dan Keyra harus segera pergi. Saat mereka hendak keluar, Hazig masuk dengan napas tersengal-sengal. "Ada apa, Nak? Kamu kok sepertinya panik banget." Tania heran melihat ekspresi wajah putranya. Hazig masih tak menjawab karena ia berusaha mengendalikan dirinya. Khawatir, marah, dan panik menjadi satu. Ia menatap istrinya yang justru terlihat bingung. "Aku dapat telepon dari kepolisian kalau Alena kabur dari penjara." "APA?" Sontak semua orang terkejut. "Benarkah itu?" tanya Adnan. Hazig mengangguk. "Rafa yang sementara ada di rumah juga aku minta berhati-hati. Aku yakin, saat ini Alena masih berusaha mencari Nay." "Ya Allah, apa lagi yang akan dilakukan ular berbisa itu!" keluh Keyra. "Sudah berapa lama dia kabur?" tanya Adnan. "Kurang

