"Kak, bisa gak datang ke sini? Keluarga Mas Fahri udah mau sampai ini?" "Maaf, ya, Dek! Mirza sakit dan harus dirawat inap di rumah sakit sejak kemarin. Aku gak bisa biarin Nay sendirian di sini." "Apa? Mirza sakit? Kok gak ngabarin sih? Kan aku bisa datang jengukin!" rajuk Keyra. "Maaf, ya. Kami hanya gak mau merusak* suasana bahagiamu, Dek." "Kakak jangan bilang begitu! Kita kan saudara. Gak mungkinlah aku anggap kalian kayak gitu. Ya udah, Kakak temani Kak Nay aja. Nanti aku bilang sama Baba dan Umma." "Iya, Dek. Sampaikan permohonan maafku ke Mas Fahri-mu, ya!" "Ih, Kak!" "Hahaha ... ya udah, Mirza nangis lagi nih. Assalamu 'alaikum, Calon manten!" Belum sempat Keyra menjawab salam, Hazig sudah memutuskan teleponnya. Ia menghela napasnya lalu melirik Tania. "Kak Hazig sama Kak

