Di sepertiga malam terakhir, Fahri terbangun karena suara alarm ponselnya. Matanya mengerjap beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya lalu segera mengambil ponselnya di atas nakas dan mematikan alarmnya. Ia meregangkan otot-otot lalu duduk di tepi ranjang. Ia melihat kembali ponsel yang masih berada di genggamannya dan lalu melihat ada pesan masuk yang belum sempat ia baca. Ia pun membukanya dan membaca sebuah kalimat yang membuat hatinya berbunga-bunga. My Keyra: Bismillah, aku menerimamu. Datanglah dua hari lagi untuk membicarakan semuanya. Sontak Fahri melompat kegirangan. Debaran jantungnya yang semakin cepat menjadi bukti kebahagiaan yang kini ia rasakan. Dengan cepat, ia membalas pesan Keyra tanpa peduli sekarang masih jam berapa. Insya Allah aku akan datang bersama Papa. K

