Tangis Pilu Nayyara

1131 Kata

Hazig pulang dengan tangan hampa. Ia sudah berkeliling untuk mencari keberadaan istri dan anaknya, tetapi ia tak menemukan mereka. Kini, rumahnya terasa sepi. Ia menoleh ke arah dapur. Tadi pagi, ia masih melihat wanita yang ia cintai asyik memasak di dapur, menyiapkan menu sarapan terbaiknya untuk dirinya dan putra mereka. Bahkan ia masih sempat menggoda Nayyara dengan kecupan dan pelukan yang tak pernah ia lepaskan selama wanitanya memasak. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar. Ia membuka sisi kanan lemari pakaian yang kini terlihat kosong. Tak ada pakaian Nayyara di sana. Begitu juga dengan lemari kecil khusus untuk perlengkapan Mirza. Seketika ia berlutut di lantai. Entah sudah berapa lama ia menangis. Sungguh ia menyesal karena tak mendengarkan penjelasan istrinya. Wajahnya yang pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN