"Tiara, kami titip Mirza, ya!" ujar Nayyara sembari menunggu sang suami memakaikan sepatu untuknya. "Siap, Bu!" sahut Tiara dari ruang keluarga seraya mengacungkan jempolnya. "Udah, Bunda!" Hazig pun berdiri lalu membantu istrinya berdiri. "Makasih, Suamiku!" ucap Nayyara sambil tersenyum. "Untuk apa, Sayang?" tanya Hazig. "Udah bantu pakaikan sepatuku. Udah susah banget soalnya," jawab Nayyara. Hazig terkekeh seraya merapikan jilbab yang dikenakan sang istri. "Ya sudah, kita berangkat. Mereka semua udah kumpul soalnya." Nayyara mengangguk dan segera menggenggam jemari Hazig sembari berjalan keluar dari rumah. Mereka pun berangkat menuju tempat acara reuni. *** Suasana sebuah ballroom hotel begitu ramai saat Hazig dan Nayyara memasuki tempat itu. Beberapa teman seangkatan Hazig, t

