Pertemuan Singkat

1189 Kata

Langit terlihat mendung siang hari ini. Hawa dingin begitu menusuk kulit. Meskipun demikian, warga kota ini tetap melakukan aktivitasnya seperti biasanya. Termasuk seorang Hazig. Pria yang berusia 33 tahun itu terlihat duduk sendirian di salah satu private room sebuah restoran sedang menunggu seseorang. Beberapa kali ia melirik jam tangannya dan menjawab telepon dari orang yang sedang ia tunggu. Sepuluh menit kemudian, seorang pria yang hampir sebaya dengannya masuk setelah ia melambaikan tangan pada pria itu. "Sorry, Bro. Gue harus meeting di suatu tempat dulu soalnya," ujar pria itu. "Gak masalah. Klien gue juga belum lama perginya," jawab Hazig. Suasana hening sejenak. Dua pasang mata masih saling menatap dengan tatapan yang tak bisa mereka artikan satu sama lain. "Lo dapat undanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN