"Maaf," ucap pria itu, lirih. "Kenapa minta maaf, Mas? Aku yang bersalah di sini. Aku yang sudah menghancurkan hidupmu sejak dulu." "Memang benar kehadiranmu menyebabkan rumah tanggaku hancur, tapi itu semua ada andil diriku. Seandainya saja aku tak menyerah dengan kemarahan Papa waktu itu, mungkin aku masih hidup bahagia bersama Shayna dan Nayyara." Denis menggelengkan kepala seraya tersenyum getir. "Aku terlalu pesimis waktu itu, padahal Shayna selalu setia berada di sisiku. Menggenggam tanganku yang telah berusaha keras bekerja di perusahaan orang. Dia selalu menguatkanku, tapi sayangnya aku mengkhianatinya dengan pernikahan siri bersamamu." "Waktu itu, aku iri dengan kebahagiaan Shayna. Aku tak rela wanita sederhana sepertinya bisa menikah denganmu. Padahal aku sangat mencintaimu se

