Pagi hari yang hangat menyambut pasangan beserta anak-anak mereka. Dengan pakaian semi formal, mereka bersiap meninggalkan rumah menuju rumah keluarga Maqil. "Bunda, Rafa udah di jalan. Gak apa-apa kan kalau kami langsung pergi?" tanya Nayyara. Ia khawatir meninggalkan Renata sendirian karena Tiara sudah meminta izin sejak kemarin untuk pergi ke kampus. Renata memutar bola matanya lalu mencubit gemas kedua pipi Nayyara. "Kamu jangan khawatir berlebihan gitu! Udah sana! Kan Bunda tinggal menunggu aja." Nayyara menghela napasnya. "Oke, pokoknya Bunda jangan buka pintu kalau itu bukan Rafa!" "Iya, Nak! Pergilah!" Nayyara dan Hazig mencium punggung tangan Renata. Mirza juga mengikuti orang tuanya. Setelah mengucap salam, mereka memasuki mobil. Mobil itu melaju meninggalkan rumah diiringi

