Pasangan yang sudah lebih dari setahun menikah itu saling memeluk erat untuk mengusir hawa dingin yang mulai menusuk. Semburat jingga mulai terlihat seiring dengan terbenamnya matahari. "Aku baru perhatikan ternyata tanganmu lebih besar daripada tanganku." Nayyara memperhatikan tangan besar Hazig yang mengelus punggung tangannya dengan menggunakan jari jempolnya. Hazig tertawa tanpa menghentikan kegiatannya. "Tapi tangan ini selalu membuatmu hangat, kan? Kayak sekarang ini." "Kamu benar. Tangan ini pula yang sudah bekerja keras untuk menafkahi istri dan juga anak-anakmu, juga seluruh karyawan yang mengabdi di perusahaanmu," imbuh Nayyara. "Sayang, nanti kamu berharap anak-anak kita jadi apa?" tanya Hazig. "Menurutku, biarkan mereka yang akan memilih. Setelah mereka besar, mereka pasti

