"Dek!" "Iya, Kak?" "Kamu gak pernah cari Bunda?" Rafa tertegun seraya memicingkan mata. "Kenapa, Kak?" tanyanya. "Kamu yang kenapa? Ibu sendiri pergi gak tahu ke mana malah tenang-tenang aja!" gerutu Nayyara. "Kak Nay gak paham sama perasaanku!" pekik Rafa. Pria itu pergi meninggalkan Nayyara begitu saja di taman rumah sakit. Wanita itu menghela napas dalam-dalam dan tetap berdiam diri di sana. Namun, langkah kaki adiknya kembali terdengar dan segera mendorong kursi rodanya meninggalkan taman. "Kenapa balik lagi?" tanya Nayyara, ketus. "Maaf, Kak," lirih Rafa. "Sudahlah, lebih baik kamu bantuin aku berkemas. Nanti kalau Hazig datang tinggal turun aja." Nayyara tak ingin banyak berbicara dengan adiknya ini. Ia masih kesal karena Rafa yang begitu keras kepala enggan mencari Renata.

