"Jadi, siapa laki-laki itu, Key?" selidik Tania. Keyra meneguk salivanya, sedangkan Nayyara kembali melanjutkan aktivitasnya memompa ASI. "Mampus! Harus jawab apa ini?" batin Keyra. "Key, kamu dengar Umma kan, Nak?" tuntut Tania. Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menaikkan alisnya sebelah. Ekspresi gugup sang putri terlihat menggelikan di matanya saat ini. Nayyara pun ikut memperhatikan wajah adik iparnya meskipun sebenarnya ia ikut kasihan melihat adik iparnya merasa terintimidasi. "Umma, biarin Key duduk dulu, dong!" ujar Nayyara. "Eh, iya. Umma sampai lupa ngajak dia duduk." Tania pun meminta Keyra duduk di sampingnya. Wanita itu menghela napas lalu mengelus kepala putri satu-satunya itu. "Nak, kamu bilang dong sama Umma! Kan Umma juga penasaran siapa sosok laki-

