chapter 5

1046 Kata
Desahan terdengar di setiap sisi-sisi permukaan kamar, ruangan besar dengan beberapa pajangan khas eropa, apalagi jika bukan beberapa wanita yang memanjakan Herjuno malam ini, "Jun, it's hurt ...," teriaknya pelan dengan menahan tubuhnya dari Herjuno. "It's slowly baby, tahan sebentar lagi aja," bisik Herjuno dengan Daisy yang meronta. Herjuno menahan pundak Daisy dengan posisi miring, posisi yang paling Herjuno sukai dengan desahan Daisy yang selalu membuat Herjuno selalu menginginkan lebih. Berkali-kali cairan hangat itu terasa di permukaan sensitif Daisy, membiarkan cairan hangat Herjuno berada memasuki rahim Daisy dengan sama-sama saling sadar. "Ahh ... Jun, it's hurt," bisiknya dengan suara rendah, membiarkan Herjuno memuaskan Daisy berkali-kali dengan kesakitan yang menjalar. Hanya beberapa menit tubuh Herjuno meracau dengan melepas hasrat selama lima jam, membiarkan Daisy bersandar di antara bantalan dengan rasa lelahnya. Lelah dengan kenikmatan surga dunia, keringat Herjuno membuat tubuh atletis miliknya kian maskulin, terlebih melihat tubuh Daisy yang seksi dengan kulit kuning langsatnya. Model ternama dengan Herjuno mendapatkannya, rasa lelah itu tak sebanding dengan rasa sakit Daisy bersama Herjuno, hubungan pertama kali yang di rasakan Daisy dengan keperawa*an yang di renggut Herjuno. Desahan Daisy terlihat dengan senyuman menggoda, membiarkan selimut tipis itu menarik dengan Daisy yang memainkan bibirnya, tatapan mata Daisy dengan Herjuno yang menyukainya. Mata bulat dengan bulu mata lentik, bibir tipisnya menggoda dengan tubuh sintal Daisy yang menggoda. Iris mata hijau layaknya emerald itu melirik sesekali ke arah Daisy, membiarkan tubuh kekasihnya merebahkan diri di ranjang miliknya yang berukuran king size, dengan mengambil satu botol vodka lalu menuangkannya ke dalam gelas, gairah Herjuno semakin b*******h dengan apa yang ia lakukan selama semalaman. "You like it?" Tanya Herjuno dengan mendekatkan gelas berisikan vodka tersebut lalu meneguknya, melihat godaan dari Daisy yang kembali mengajaknya bersama. Daisy hanya mengangguk dengan menatap genit Herjuno, senyuman Herjuno terlihat dengan dirinya menghabiskan vodka miliknya. Sinar lampu menghiasi kedua mata manik emerald tersebut, putra dari pengusaha kaya asal Belanda, Francis menginginkan Herjuno bersama dengan Karin. Herjuno bersedekap dengan melirik ke arah Daisy, wanita yang pertama kali ia renggut keperawa*annya bahkan Herjuno rela untuk tinggal di Amerika Serikat demi Daisy. Wanita yang kini ada di hadapan Herjuno mengetahui akan Karin, bagaimana mungkin Herjuno melepaskan wanita yang selalu membiarkan dirinya hidup bebas, bahkan ia terlahir sebagai putra dari seorang pengusaha, mewarisi darah pengusaha dengan beberapa aset yang kelak akan menjadi warisannya. Herjuno memeluk Daisy dengan sentuhan tangan Daisy membalas Herjuno. Membiarkan tubuh maskulin Herjuno menguasai tubuhnya berkali-kali. Daisy selalu pasrah jika Herjuno selalu menginginkan tubuhnya, membiarkan cairan dari tubuhnya menjalar di tubuhnya. "Kamu lapar, sayang?" Bisik Daisy dengan suara manja. Suara campuran inggris dan Indonesia, Daisy memang menuruni darah Inggris dan Indonesia. Pelukan Herjuno tak terlepas bahkan semakin erat, tak ingin membiarkan kekasihnya lepas darinya. Walaupun jika ia menikahi Karin, Karin yang harus menjadi istri kedua bagi Herjuno. Sayangnya Herjuno tak ada niat seperti itu, mempertahankan Daisy dari keinginan ayahnya, Francis. "Aku makan kamu aja, atau kita makan malam diluar," bisik Herjuno dengan membangunkan tubuhnya lalu memeluk Daisy, menciumi tengkuk lehernya dengan menciumi dadanya. Erangan Daisy terdengar dengan kedua tangannya menyentuh wajah Herjuno. Tak lama Herjuno beranjak dari tidurnya, membiarkan tubuh Daisy berada di pelukannya, menciuminya dengan melumatnya. Erangan dengan napas Daisy terdengar berkali-kali, ini kesekian kalinya Herjuno menikmati dadanya. Tangan Daisy memegang kening wajah kekasihnya saat ini, senyuman itu terlihat dengan begitu tulus. Senyuman yang selalu Herjuno sukai dengan membiarkan wanitanya selalu bahagia, "Bersihin diri habis itu dandan yang cantik lalu kita makan malam diluar," bisiknya dengan menciumi bibir Daisy. Suara tertawa kecil terdengar dengan Herjuno mengajaknya bercanda, membiarkan tangan kirinya memegang perut Daisy. "Aku ingin kamu hamil," bisiknya dengan nada bercanda. Tak lama Daisy hanya menepuk pundak Herjuno. Sudah beberapa kali kekasihnya bercanda dengannya, bahkan Herjuno memang selalu menginginkan Daisy hamil anaknya. Jalan pintas supaya restu dari Francis menyetujui Daisy sebagai menantunya. Herjuno terkekeh dengan melihat kekasihnya memasuki kamar mandi, tak lama dirinya beranjak dari tempat tidur dengan berjalan mengambil handphone di atas nakas, melihat smartemail pesan dari Francis, jadwal kepulangan ke Indonesia dengan menemui keluarganya. Herjuno hanya menghela napas dengan menekan tombol keluar dan mematikan handphone miliknya. Berkali-kali ayahnya menginginkannya ke Indonesia hanya untuk menemui Karin, "Apa spesialnya, padahal ayah kandung dari bayi itu tanggung jawab. Kenapa ayah menginginkan aku tetap bersama wanita itu. Ada-ada saja," umpatnya dengan mendecak kesal. Suara handphone terdengar dengan Herjuno menaruh handphone miliknya di atas nakas. Mengambil beberapa setelan jas dengan tiga warna untuk Daisy pilih menemaninya makan malam. "Sayang, tak ingin mandi bersama?" Tanya Daisy dengan suaranya yang terdengar Herjuno. Tak ada jawaban dari Herjuno dengan menyalakan Led TV dengan filem terbaru dari HBO. Lima belas menit Daisy mengenakan bathrob miliknya dengan berjalan menuju ruang ganti, melihat beberapa setelan jas milik Herjuno supaya Daisy memilihnya dengan warna senada dengan gaun malam miliknya untuk dipakai makan malam. "Cepatlah mandi, supaya tidak larut malam pulangnya. Hanya makan malam diluar," ucap Daisy dengan handuk yang mengelilingi kepalanya, rambut basah itu terlihat ketika handuk yang ia kenakan terlepas dengan aroma buah-buahan dan bunga. Herjuno beranjak dengan menciumi lembut tengkuk punggung Daisy dengan ciuman hangatnya. Senyuman Daisy terlihat mengembang dengan godaan kekasihnya. Sudah sangat sering Daisy melakukan hubungan layaknya suami istri bersama Herjuno, "Mandi sana sayang," bisiknya dengan melihat Herjuno masih menciumi tengkuk punggung Daisy. Tatapan tajam itu menahan hasrat bersama kekasihnya, ada pertanyaan dan beberapa pesan dari ayahnya Francis yang tak dibalas Herjuno hanya karena membahas Karin, tak lama Herjuno berjalan menuruti kekasihnya dengan membersihkan diri sedangkan Daisy memadpadankan gaun malam miliknya dengan setelan jas Herjuno. Sesekali tatapan mata bulat itu terlihat calang dengan senyuman dirinya, senyuman yang ia perlihatkan kepada diri sendiri. Entah hubungannya akan berlangsung hingga kapan bersama Herjuno sedangkan ia mengetahui jika kekasihnya di jodohkan oleh keluarganya, membebaskan adalah satu-satunya cara bagi Daisy, kebahagiaan Herjuno dengan pilihannya. Begitupun dengan dirinya yang menginginkan kebahagiaan, senyuman itu terhenyak sesaat lalu kembali tersenyum dengan melihat setelan jas dengan warna senada dengan gaun miliknya. Hubungan hampir memasuki tiga tahun dengan banyak cerita dan kisah, dari awal Herjuno kuliah dengan pertemuannya pertama kali di California. Dua puluh menit Daisy memakai busana lengkap dengan parfum chanel, aroma yang ia sukai dengan Herjuno yang menyukainya. Melihat Herjuno memakai setelan jas lengkap dengan Daisy menyempurnakan make up miliknya. Tak pernah ingin membahas perjodohan hanya karena Daisy tak ingin membuat Herjuno marah, jauh lebih baik mengalah hanya demi hubungannya dengan Daisy menikmati bersama Herjuno.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN