
Kontes Menulis Innovel ll - The Girl Power
IBUKU adalah seorang wanita yang luar biasa. kasih sayang yang telah ia berikan kepada ku dan ke empat saudariku begitu tulus. begitu sabarnya ibuku menuntunku dan ke empat saudariku. Hingga pada akhirnya Ayahku meninggalkan kami untuk selama lamanya begitu cepat . Ayahku meninggal dunia di usiaku baru 10 tahun. pada saat itu aku masih sekolah SD kelas 3. dan kakak perempuan ku kelas 5 SD. sedangkan kakakku yang lainnya ada yang sudah menikah dan ada yang merantau untuk bekerja.
sepeninggalan Ayahku. Ibuku membiayai hidup membiayai sekolahku dan kakakku dan kebutuhan lainnya dengan cara menjadi buruh Tani. karena memang Almarhum Ayahku tak meninggalkan harta benda karena kami adalah orang yang sangat miskin. Namun dengan kekuatan Ibuku dan doa ibuku kami bisa melanjutkan hudup. Meskipun di saat keinginanku dan kakakku ingin mempunyai sepeda atau yang lainnya aku dan kakakku hatus menahannya sebab aku dan kakakku tau meski sepeda atau mainan anak anak begitu murah di mata tetanggaku tapi begitu mahal bagi kami. meski demikian kami tetap selalu bersyukur untuk kehidupan kami yang kami rasakan. di Hari Raya Idul fitri meskipun aku dan kakak petempuanku ingin memilik sepotong baju baru pun harus menahannya karena aku dan kakakku tau begitu mahalnya harga sepotong baju baru waktu itu. cukup mengenakan pakaian yang masih layak saja yang aku dan kakakku pakai di waktu Hari Raya idul fitri. namun semua itu tak mengurangi rasa bersyukur kami kepada TUHAN. Ibu ku adalah seorang Wanita yang luar biasa. hanya dengan bermodalkan tenaga Ibuku bisa membiayai sekolah ku dan kakak petempuan ku meskipun hanya sampai lulus SMP saja. namun kebanggaan kepada ibuku tak bisa di gantikan dengan apapun. rasa terimakasihku kepada ibuku begitu besarnya. di saat kelulusanku aku hanya bisa menangis..memeluk ibuku ..TERIMAKASIH IBU ..
di saat teman temanku melanjutkan sekolah ke SMA aku hanya bisa diam. meskipun di hati sangat ingin melanjutkan sekolah. meski menangis meski besarnya keinginan untuk sekolah namun aku lebih memilih untuk memendamnya dalam hati saja. karena aku tau Ibuku tak sekuat orang tua teman temanku.
setelah lulus SMP aku mencari kerja. dengan cara bertanya kepada tetanggaku yang sudah merantau dan bekerja. dengan berat hati akupun meninggalkan ibuku untuk mencari pekerjaan. meski tak mudah mencari pekerjaan di rantau. apalagi aku hanya berbekal ijazah SMP. namun aku tetap mencari meskipun awalnya mendapat pekerjaan menjadi seorang kuli bangunan aku tetap bersyukur. di saat aku lelah membayangkan wajah ibuku adalah kekuatanku hingga akhirnya aku bisa mendapatkan pekerjaan yang aku impikan yaitu menjadi buruh pabrik . di saat aku pulang kampung . aku hanya membelikan baju untuk ibuku dan beberapa lembar rupiah. di sana aku melihat senyum kebahagiaan ibuku meski aku tau dengan apapun aku tak bisa membalas kasih sayang yang telah ibu berikan kepadaku dan ke empat kakak perempuan ku.
maafkan aku ibu. karena sampai detik ini aku merasa belum bisa membahagiakanmu. semoga ibu senantiasa sehat dan tetap memberikan senyuman manis kepada kami abak anakmu.
TERIMAKASIH IBU...
