Avan yang melihat tatapan ketakutan terpancar dari sorot mata Dira, seketika ia langsung mundur. Pria itu tahu jika saat ini perempuan yang akan menjadi istrinya itu masih trauma dengan peristiwa pada malam itu. Oleh karena itu, ia pun tidak meneruskan niatnya yang ingin menggoda wanitanya. “Cepat dimakan!” ucap Avan sambil menarik tubuhnya menjauh dari tubuh sang wanita. Dira langsung merasa lega. Perempuan itu bahkan sampai menghembuskan napas leganya. Avan hanya bisa menatap ke arah Dira dengan benak yang bergejolak. Seharusnya tidak seperti ini yang dia inginkan. Ia ingin bersikap romantic saja kepada perempuan itu. Namun, pada kenyataannya peristiwa malam itu sangat membekas di dalam diri Dira. Tampak Dira mulai mengambil piring dan mengisinya dengan makanan yang dia inginkan. S

