Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Hari berganti minggu dan Maya tetap menunggu kedatangan putranya kembali. Ada sebuah kerinduan yang semakin hari semakin menumpuk di dalam hatinya. Bahkan, suaminya dapat melihat ada sedikit perubahan di dalam diri perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu. Namun, Abi tidak berani langsung menyimpulkan karena dia ingin selalu berpikiran positif kepada istrinya sendiri. Ia mengira jika Maya masih belum benar-benar fit. Namun, jika dia menyarankan pada perempuan itu untuk memeriksakan diri, Maya selalu menolaknya dengan berbagai alasan. Abi hanya tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada kesehatan sang istri. Apa salah jika dirinya terlalu khawatir dengan kondisi istrinya sendiri? “Mama sekarang lebih banyak ngelamun, apa ad

