Kegelisahan Maya

1571 Kata

Sepeninggal Naka, Maya langsung memanggil kepala pelayan yang bertanggung jawab di rumahnya. Tentu saja perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu tidak ingin salah satu di antara para pekerja itu ada yang berbicara mengenai putranya yang nantinya malah akan sampai ke telinga Avan. “Bertha … Aku minta semua pegawai yang ada di rumah ini tutup mulut soal Naka! Jangan ada yang membicarakan soal kedatangannya. Kamu paham?” tanya Maya dengan mata yang sudah menatap lekat ke arah perempuan yang tengah berdiri di hadapannya. “Saya paham, Nyonya! Saya pastikan tidak ada satu orang pun yang akan membuka suaranya,” jawab Bertha dengan yakin. Itulah kenapa keluarga Danudirja memberikan jabatan kepala pelayan kepada perempuan itu. Di samping karena sangat mumpuni dalam mengurus rumah,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN