Akhirnya Naka memindahkan tubuh Maya ke dalam kamar utama. Dengan dibantu Bagas, Naka membopong tubuh perempuan itu. Bertha tampak membukakan pintu kamar agar mereka berdua mudah memasukinya. Setelah berada di dalam, Naka dan Bagas merebahkan tubuh Maya dengan hati-hati ke atas ranjang. “Bertha, tolong ambilkan minyak kayu putih dan minuman hangat!” pinta Naka pada Bertha tanpa menolehkan kepala. “Baik, Mas!” sahut Bertha. Setelah menjawab pertanyaan dari Naka, Berta langsung berjalan keluar meninggalkan kamar majikannya. Perempuan itu berniat pergi ke dapur dan juga mengambil minyak kayu putih yang diminta oleh Naka. Di dapur tampak heboh. Para pelayan saling berbisik membicarakan tuan muda mereka yang sebelumnya mereka kira meninggal kini kembali. Tentu saja kabar ini membuat mer

