Malaikat Penolong

1536 Kata

“Naka, apa kau udah siap? Aku akan menunggu kamu di luar,” terdengar suara pria tua yang selama ini sudah menganggap aku sebagai anaknya sendiri. Ayah berkata dari balik pintu kamar yang masih tertutup rapat. Hari ini adalah hari pernikahan Dira, istriku dengan kakak laki-lakiku yang berbeda ibu. Rencananya kami akan melihat dari kejauhan tanpa harus mengganggu jalannya acara. Aku tahu jika acara tersebut diadakan secara tertutup, tapi apa salahnya mencoba. “Iya … Yah, bentar lagi aku keluar,” jawabku dari dalam kamar. Setelah itu aku memasang setelan jas yang sebelumnya sudah aku pegang. Ini pertama kalinya aku mengenakan pakaian jenis ini setelah sekian lama tidak aku kenakan. Tepatnya semenjak aku mengalami kecelakaan mengerikan itu dan bersembunyi di vila milik salah satu teman b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN